10 Pekerjaan Paling Berbahaya di Dunia 2025

Jamesty
JamestyAuthor
4 min readID
10 Pekerjaan Paling Berbahaya di Dunia 2025

Meskipun perkembangan teknologi terus menjanjikan lingkungan kerja yang lebih aman, banyak profesi secara alami mengandung bahaya yang menjadikannya salah satu yang paling berbahaya secara global pada pertengahan tahun 2025. Para pekerja di bidang ini, yang seringkali penting bagi kehidupan sehari-hari dan perekonomian kita, dihadapkan pada kondisi yang keras, mesin berat, lingkungan yang tidak terduga, dan tuntutan fisik yang besar, yang mengakibatkan tingginya angka cedera dan kematian akibat kecelakaan kerja. Berikut adalah daftar sepuluh pekerjaan yang dianggap paling berbahaya di dunia pada tahun 2025, berdasarkan studi, laporan, dan statistik terkait kesehatan dan keselamatan kerja di seluruh dunia:

10 Pekerjaan Paling Berbahaya di Dunia Tahun 2025

1. Pekerja Penebangan Kayu

Industri penebangan kayu adalah salah satu yang terus menjadi sangat berbahaya. Pekerja terpapar bahaya seperti pohon tumbang, mesin berat (termasuk gergaji mesin, feller buncher, dan pemuat kayu) yang beroperasi di medan yang tidak rata dan seringkali licin, serta kondisi cuaca yang sulit diprediksi. Kecelakaan yang melibatkan kayu, seperti tertimpa benda jatuh atau terjepit di antara batang kayu, umumnya mengakibatkan kematian karena berat dan momentum material yang sangat besar. Profil risiko yang sangat tinggi dipertahankan oleh keterlibatan langsung manusia dengan kekuatan besar ini, meskipun kemajuan teknologi seperti alarm kedekatan dan otomatisasi yang berkembang untuk beberapa aktivitas telah diterapkan.

2. Pilot Pesawat & Teknisi Penerbangan

Namun, orang-orang yang bekerja di kokpit terpapar serangkaian bahaya pekerjaan yang unik, meskipun penerbangan udara komersial sangat aman bagi penumpang. Mengelola lingkungan bertekanan tinggi saat lepas landas dan mendarat, menavigasi melalui cuaca buruk dan tidak terduga (termasuk turbulensi yang lebih besar akibat perubahan iklim), dan menangani kemungkinan kecil masalah mekanis adalah semua tantangan yang harus dihadapi pilot dan teknisi penerbangan. Kesalahan manusia diidentifikasi sebagai penyebab utama kecelakaan penerbangan, dan kelelahan akibat jam kerja yang panjang dan tidak teratur terus menjadi faktor penyebab penting. Hal ini terutama berlaku untuk pilot kargo yang beroperasi di daerah dengan regulasi yang lebih sedikit.

3. Operator Derrick di Minyak, Gas & Pertambangan

Bekerja di anjungan minyak, menggali sumur gas, atau bekerja di tambang memaparkan seseorang pada berbagai situasi berbahaya. Di anjungan pengeboran, operator derrick bekerja di ketinggian yang signifikan, di mana mereka rentan terhadap peralatan jatuh dan perlengkapan bertenaga, serta kemungkinan tertimpa atau terjepit di antara komponen berat karena posisi mereka. Runtuhnya terowongan, ledakan yang disebabkan oleh gas yang mudah terbakar (seperti metana), dan paparan uap beracun adalah semua potensi bahaya yang mungkin terjadi di industri pertambangan. Dalam produksi minyak dan gas, keberadaan elemen yang sangat mudah terbakar adalah faktor signifikan yang semakin meningkatkan risiko kebakaran dan ledakan.

4. Pekerja Atap

Karena selalu ada kemungkinan jatuh dari ketinggian, pekerjaan atap masih dianggap sebagai pekerjaan yang berisiko. Pekerja atap melakukan pekerjaan mereka di permukaan yang tinggi, seringkali curam, dan kadang-kadang tidak stabil. Terpeleset, tersandung, dan jatuh fatal secara substansial lebih mungkin terjadi ketika kondisi tertentu ada, seperti cuaca buruk (hujan, es, dan angin kencang), material yang licin, dan kelemahan dalam integritas struktural bangunan. Karakteristik pekerjaan yang dinamis dan seringkali berbahaya inilah yang berkontribusi pada tingkat cedera yang tinggi, meskipun tindakan keselamatan seperti sabuk pengaman digunakan.

5. Pengumpul Sampah

Pengumpulan sampah dan bahan daur ulang adalah pekerjaan yang secara mengejutkan berbahaya, meskipun kadang-kadang diremehkan. Pengumpul selalu terpapar lalu lintas karena mereka mengoperasikan kendaraan besar yang memiliki sejumlah titik buta. Mereka menempatkan diri dalam bahaya tertabrak mobil yang melintas atau oleh truk pengumpul mereka sendiri. Selain itu, mereka rentan terhadap cedera yang disebabkan oleh benda tajam, bahan kimia berbahaya, dan biohazard yang tersembunyi di dalam sampah. Faktor lain yang berkontribusi pada masalah muskuloskeletal adalah tuntutan fisik yang datang dengan mengangkat dan membawa tempat sampah besar.

6. Pekerja Besi

Share

0 Comments

Join the discussion and share your thoughts

Join the Discussion

Share your voice

0 / 2000

* Your email is kept private and never published.

No Comments Yet

Be the first to share your thoughts on this article!